Seorang Wartawan Meksiko Tewas Dibunuh

Satu surat berita Meksiko lakukan tindakan mogok terbit untuk protes pembunuhan pada seseorang wartawannya.

Harian Norte de Ciudad Juarez yang terbit di kota Chihuahua itu menyebutkan, edisi Minggu (2/4/2017) bakal adalah edisi paling akhir mereka, tetapi edisi on-line tetaplah beroperasi.

Dijelaskan, tak ada hukuman untuk pelaku kekerasan pada jurnalis memaksa mereka lakukan mogok terbit.

Miroslava Breach, seseorang wartawan mereka, tewas ditembak bln. lantas. Dia yaitu satu dari tiga wartawan yang dibunuh di Meksiko selama Maret.

Breach banyak menulis laporan mengenai kaitan pada kejahatan terorganisasi serta beberapa politikus di Chihuahua untuk harian Norte de Ciudad Juarez terbitan Chihuahua serta La Jornada, koran nasional terbitan Mexico City.

Breach ditembak delapan kali waktu ada didalam mobilnya diluar tempat tinggalnya di Chihuahua. Satu diantara anaknya ada di mobil itu, tetapi tidak alami luka.

Seseorang penembaknya meninggalkan catatan yang berbunyi : ” Untuk mulut lancang.. “.

Oscar Cantu, editor Norte de Ciudad Juarez, menyampaikan : ” Tidak ada jaminan maupun keamanan untuk menggerakkan jurnalisme yang gawat serta berimbang. “

” Segalanya dalam kehidupan ada awal serta akhir, serta harga yang perlu dibayar. Apabila harga nya yaitu hidup, aku tidak siap untuk membiarkan beberapa sejawat aku membayarnya, aku juga tidak siap untuk membayarnya juga, ” tuturnya.

Mulai sejak 1982, telah 35 orang wartawan tewas dibunuh di Meksiko lantaran liputan mereka. Bahkan juga, kata Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), seperempatnya disiksa terlebih dulu,.

Pada periode yang sama, 50 jurnalis lain tewas dalam momen yang tidak terang motifnya.

Bln. lantas, gubernur Chihuahua menyampaikan, pemerintah negara sisi tidak miliki piranti untuk menindak kejahatan teroganisasi.

Dikatakannya, ia telah memohon pemerintah pusat untuk menolong polisi dalam menindak kartel-kartel obat bius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *